Senin, 13 Desember 2010

Reaksi pada logam aluminium dan senyawanya

PERCOBAAN V

A. JUDUL
”REAKSI PADA LOGAM ALUMINIUM DAN SENYAWANYA”

B. TUJUAN PERCOBAAN
 Membuat beberapa persenyawaan logam aluminium
 Mengidentifikasi sifat-sifat fisika dan kimia persenyawaan logam aluminium
 Membandingkan sifat-sifat beberapa persenyawaan logam aluminium dan persenyawaan logam Mg

C. DASAR TEORI
Aluminium ialah salah satu unsur kimia golongan IIIA. Lambang aluminium ialah Al, dan nomor atomnya 13. Aluminium ialah logam paling berlimpah.
Aluminium di temukan oleh Sir Humphrey Davy dalam tahun 1809 sebagai suatu unsur, dan pertama kali direduksi sebagai logam oleh H. C. Oestred, tahun 1825. Secara industri tahun 1886, Paul Heroult di Perancis dan C. M. Hall di Amerika Serikat secara terpisah telah memperoleh logam aluminium dari alumina dengan cara elektrolisa dari garamnya yang terfusi. Sampai sekarang proses Heroult Hall masih dipakai untuk memproduksi aluminium. Penggunaan aluminium sebagai logam setiap tahunnya adalah para urutan yang kedua setelah besi dan baja, yang tertinggi di antara logam non fero.
Aluminium merupakan logam ringan mempunyai ketahanan korosi yang baik dan hantaran listrik yang baik dan sifat-sifat yang baik lainnya sebagai sifat logam. Sebagai tambahan terhadap, kekuatan mekaniknya yang sangat meningkat dengan penambahan Cu, Mg, Si, Mn, Zn, dan sebagainya, secara satu persatu atau bersama-sama, koefisien pemuaian rendah.





(Surdia, T. 2005)
 Pemakaian dan Sifat-sifat Aluminium
Aluminium adalah logam yang sangat ringan (berat jenis aluminium 2,56 atau 1/3 berat jenis tembaga). Tahanan jenis 25 x 10-8 atau 1,25 x tahanan jenis tembaga.
Sifat tahan tarik maksimum dalam keadaan dingin 17 – 20 kg/mm2. Oleh sebab Aluminium hanya dapat dipakai untuk lebar tegangan yang pendek. Untuk tegangan yang panjang dipakai kabel aluminium (berapa kawat yang dipilin) dengan kawat baja sebagai intinya. Aluminium tidak dipakai untuk patri, tetapi dapat di las. Sayangnya, karena la itu tegangan tariknya menjadi turun oleh panas yang timbul. Oleh karena itu hantaran tegangan Aluminium dengan sambungan patri atau las harus diberi jepitan.
Aluminium yang tipis sekarang dapat menggantikan kertas perak ( yang dipakai antara lain dipakai pada kondensator). Aluminium juga biasa dipakai untuk chasis pesawat radio. Barang-barang dari aluminium dapat terlapis oleh oksida aluminium dalam udara terbuka sehingga melindungi bagian bawahnya dari zat asam dan mencegah oksidasi lebih lanjut. Lapisan ini merupakan tahan yang sangat tinggi.
Titik cair aluminium 660 ºC dan titik didihnya 1800 ºC. Untuk bahan penghantar kemurniannya mencapai 99,5% dan sisanya terdiri dari unsur besi, silikon dan tembaga. Aluminium murni sangat lemah dan lunak (tembaga lebih kuat dibanding aluminium). Untuk menambah kekuatan biasanya dibuat dengan logam campuran.
Aluminium lebih menguntungkan dibanding tembaga bila dipakai untuk hantaran yang tidak memerlukan penyekat (misal hantaran transmisi di atas tanah) sebab daya hantar panas/daya hantar listriknya kira-kira 60% daya hantar listrik tembaga sehingga untuk mendapatkan tahanan yang sama dengan tembaga (yang panjang dan penampangnya sama) dibutuhkan penampung 60% lebih besar) Namun demikian beratnya sangat ringan dibanding tenbaga (1/3 berat tembaga) sehingga cocok untuk dipakai hantaran transmisi di atas tanah.
( Sumanto, M.A. 1994)

 Aluminium Murni
Al didapat dalam keadaan cair dengan elektrolisa, umumnya mencapai kemurnian 99,85 % berat. Dengan mengelektrolisa kembali dapat dicapai kemurnian 99,99%.
Ketahan korosi berubah menurut kemurnian, pada umumnya untuk kemurnian 99,0 % atau diatasnya dapat dipergunakan di udara tahan dalam bertahun-tahun. Hantaran listrik Al, kira-kira 65 % dari hantaran listrik tembaga, tetapi masa jenisnya kira-kira sepertiganya sehingga memungkinkan untuk memperluas penampangnya. Oleh karena itu dapat dipergunakan untuk kabel tenaga dan dalam berbagai bentuk umpamanya sebagai lembaran tipis (foil). Dalam hal ini dipergunakan Al dengan kemurnian 99,0%. Untuk reflektor yang memerlukan reflektifitas yang tinggi juga untuk kondensor elektronik dipergunakan aluminium dengan kemurnian 99,99%.
(Surdia, T. 2005)

 Paduan Aluminium (alloy)
Aluminium berasal dari bijih aluminium alam, yang dijumpai sebagai tambang bauksit yang mengandung kandungan utama aluminium oksida. Bauksit diolah dalam dapur listrik yang menghasilkan ingot aluminium. Bila dibandingkan dengan baja maka Al 1/3 berat baja, harganya 6 x > dari harga baja, ½ x kekuatan baja. Tetapi apabila aluminium dibuat paduan maka kekuatannya dapat melebihi kekuatan baja, aluminium paduan ini mempunyai sebuah high strength aluminium. Aluminium alloy (paduan aluminium) ini mempunyai sifat:
• Mudah dibentuk
• Tahan gempa (untuk kontruksi rangka untuk pemasangan kaca)
• Tahan pengaruh lengkung, ketahanan ini diperbaiki dengan proses anodisasi.

Dari bentuk ingot aluminium (balok aluminium) dapat dibuat aluminium paduan (aluminium alloy) berbagai produk aluminium seperti :
a. Pipa, dalam bentuk bulat (pipes), berbentuk empat persegi (square pipes)
b. Berbentuk profil, antara lain, bentuk siku, bentuk I, bentuk H, bentuk U, bentuk C dll
c. Berbentuk pelat (sheet) untuk penutup lantai/atap ada dua jenis flat sheet, corugated sheet
d. Bentuk lembaran sangat tipis (aluminium foil), untuk pelapis penahan panas yang dipasang di bawah genteng.

Untuk jenis ini dalam perdagangan ada dua jenis yaitu :
1) Aluminium foil tanpa penguat, hanya satu lapis dan mudah robek. Untuk jenis ini sebelum dipasang aluminiunm foil harus dipasang plywood terlebih dahulu.
2) Jenis ini terdiri dari 3 lapis tersusun sebagai berikut, aluminium foil, lembaran plastik busa dan lembaran penguat.
Keuntungan penggunaan aluminium foil 3 lapis :
• Lebih kuat, tidak mudah robek
• Tahan panas, memantulkan panas hingga 95 %
• Pemasangan diatas tidak perlu menggunakan penguat tambahan dari plywood.

Plywood adalah salah satu jenis produk fabrikasi dari material kayu, yang terbentuk dari beberapa layer lumber dan veneer yang dilem secara bersamaan baik secara pengeleman panas (hot glueting) maupun pengeleman dingin (cold glueting) yang sering disebut juga sebagai kayu lapis atau multiplex.

 Finising Aluminium dan Pembuatan Aluminium
Aluminium tahan karat karena di udara membentuk paduan aluminium oksida hasil reaksi antara O2 di udara dengan permukaan logam aluminiuim. Lapisan aluminium ini berisi oksida yang cukup kedap udara dan tidak dapat tertembus dan ini menghambat terjadinya pengkaratan. Agar aluminium lebih tahan terhadap karat perlu dilakukan finishing lebih lanjut dengan melakukan anodisasi/anodixing. Lapisan oksida aluminium terbentuk secara alami amat tipis ini membuat daya tahan meningkat, lapisan ini dapat dipertebal dengan proses anodisasi. Dengan cara menempatkan aluminium ke dalam larutan elektrolite (larutan yang mudah meneruskan arus listrik) yang kemudian dialiri arus listrik.
Lapisan aluminium oksida yang terbentuk lunak dan berpori-pori, karena itu perlu proses sealing (penutupan pori-pori) dan membentuk lapisan aluminium oksida yang keras, terjadi proses kristalisasi dan hasil ini disebut sebagai anodixed aluminium. Semua komponen bagian yang telah dianodisasi menjadi tahan terhadap pengaratan.
(Wargadinata, S.A. 2002)

Pembuatan Aluminium
Biasanya tanah aluminium bersama soda dicairkan di bawah tekanan pada suhu 160 ºC Celsius, dalam mana terjadi suatu persenyawaan Aluminium, dan kemudian sodanya ditarik sehingga berubah menjadi oksida aluminium yang masih mempunyai titik cair tinggi (2200 ºCelsius). Titik cair turun menjadi sebesar 1000 ºCelsius kalau dicampur kriolit. Proses cair itu terjadi dalam sebuah dapur listrik yang terdiri atas sebuah bak baja plat, di bagian dalam di lapisi dengan arang murni, dan diatasnya terdapat batang-batang arang yang dicelupkan ke dalam campuran tersebut.
Arus listrik yang mengalir akan mengangkat kriolit menjadi cair oleh panas yang terjadi karena arus listrik yang mengangkat dalam cairan kriolit tersebut adalah sebagai bahan pelarut untuk oksidasi Aluminium. Aluminium (titik cair 660 ºC ) dipisahkan oleh arus listrik itu ke dasar dan diambil. Proses cair itu sebenarnya lama sekali dan perlu arus listrik yang besar (10.000 – 30.000 A). Oleh karena itu pembuatan aluminium hanya dilakukan di negara-negara yang listriknya murah.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20254/4/Chapter%20II.pdf

Aluminium bukan merupakan jenis logam berat, namun merupakan elemen yang berjumlah sekitar 8% dari permukaan bumi dan paling berlimpah ketiga. Aluminium terdapat dalam penggunaan aditif makanan, antasida, buffered aspirin, astringents, semprotan hidung, antiperspirant, air minum, knalpot mobil, asap tembakau, penggunaan aluminium foil, peralatan masak, kaleng, keramik , dan kembang api.
Aluminium merupakan konduktor listrik yang baik. Terang dan kuat. Merupakan konduktor yang baik juga buat panas. Dapat ditempa menjadi lembaran, ditarik menjadi kawat dan diekstrusi menjadi batangan dengan bermacam-macam penampang. Tahan korosi. Aluminium digunakan dalam banyak hal. Kebanyakan darinya digunakan dalam kabel bertegangan tinggi. Juga secara luas digunakan dalam bingkai jendela dan badan pesawat terbang. Ditemukan di rumah sebagai panci, botol minuman ringan, tutup botol susu dsb. Aluminium juga digunakan untuk melapisi lampu mobil dan compact disks.
http://id.wikipedia.org/wiki/Aluminium

Ilmu kimia aluminium sangat ditentukan oleh muatan yang besar dan jari-jari yang kecil dari ion Al3+ , yaitu kerapatan muatan yang besar. Aluminium merupakan logam yang berwarna putih perak dan tergolong ringan yang mempunyai massa jenis 2,7 grcm-3. Logam aluminum ini memiliki sifat-sifat sebagai berikiut :
1) Ringan , tahan korosi , dan tidak beracun sehingga banyak digunakan untuk alat rumah tangga seperti panic , wajan , dan lain-lain.
2) Reflektif , dalam bentuk aluminium foil dan digunakan sebagai pembungkus makanan, obat dan rokok.
3) Daya hantar listrik dua kali lebih besar dari Cu maka Al digunakan sebagai kabel tiang listrik.
4) Paduan Al dengan logam ini menghasilkan logam yang kuat seperti duralium ( campuram al, Cu , Mg ) untuk pembuatan badan pesawat.
5) Aluminium sebagai zat reduktor untuk oksida MnO2 dan Cr2O3.
Orang-orang Yunani dan Romawi kuno menggunakan aluminium sebagai cairan penutup pori-pori dan bahan penajam proses pewarnaan. Pada tahun 1761 de Morveau mengajukan nama alumine untuk basa alum dan Lavoisier, pada tahun 1787, menebak bahwa ini adalah oksida logam yang belum ditemukan.
Wohler yang biasanya disebut sebagai ilmuwan yang berhasil mengisolasi logam ini pada 1827, walau aluminium tidak murni telah berhasil dipersiapkan oleh Oersted dua tahun sebelumnya. Pada 1807, Davy memberikan proposal untuk menamakan logam ini aluminum (walau belum ditemukan saat itu), walau pada akhirnya setuju untuk menggantinya dengan aluminium. Nama yang terakhir ini sama dengan nama banyak unsur lainnya yang berakhir dengan “ium”.
Aluminium juga merupakan pengejaan yang dipakai di Amerika sampai tahun 1925 ketika American Chemical Society memutuskan untuk menggantikannya dengan aluminum. Untuk selanjutnya pengejaan yang terakhir yang digunakan di publikasi-publikasi mereka.
Metoda untuk mengambil logam aluminium adalah dengan cara mengelektrolisis alumina yang terlarut dalam cryolite. Metoda ini ditemukan oleh Hall di AS pada tahun 1886 dan pada saat yang bersamaan oleh Heroult di Perancis. Cryolite, bijih alami yang ditemukan di Greenland sekarang ini tidak lagi digunakan untuk memproduksi aluminium secara komersil. Penggantinya adalah cariran buatan yang merupakan campuran natrium, aluminium dan kalsium fluorida.
http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/alumunium/

D. ALAT DAN BAHAN





Pipet Tetes Sendok Pembakar Bunsen Rak Tabung Reaksi





Gelas Kimia Tabung Reaksi Gelas Ukur Cawan Penguapan



Kertas Saring


Adapun bahan-bahan yang digunakan antara lain: keping aluminium, serbuk magnesium, HCl encer, NaOH encer, HCL pekat, HNO3 pekat, H2O, HNO3 encer, metil violet.


E. PROSEDUR KERJA
1. Reaksi Al Dengan Asam
• Percobaan-a
• Percobaan-b
- Dimasukan dalam tabung reaksi
- Dimasukan sekeping logam Al selama 3 menit
- Logam Al diambil dan dicuci dengan air
- Diamati perubahannya
- Mengulangi percobaan dengan menggunakan asam nitrat encer dingin dengan menggunakan asam nitrat pekat
- dipanaskam

2. Reaksi Al Dengan Larutan NaOH
3. Sifat Aluminium Hidroksida
 Percobaan-a

 Percobaan-b
- Dimasukan kedalam tabung reaksi
- Ditambahkan laruatn NaOH
- Ditambahkan NaOH berlebih




 Percobaan-c
- Disaring
- Dicuci dengan air dingin
- Endapan diatas kertas saring dituangi dengan larutan metilviolet
- Diamati filtrat yang diperoleh


F. HASIL PENGAMATAN
1. Reaksi Al Dengan Asam
• Percobaan-a
Perlakuan Pengamatan
Mencampurkan 5 ml HCl encer + keping logam Al
Dipanaskan Logam Al tidak terjadi perubahan

Perlakuan Pengamatan
Mencampurkan 5 ml HCl encer + serbuk Mg
Dipanaskan Terjadi gelembung gas

• Percobaan-b
Perlakuan Pengamatan
1 ml HNO3 pekat dimasukan kedalam tabung reaksi
Dimasukan logam Al ± 3 menit Larutan bening
Mengambil logam Al & dicuci dengan air dingin Logam Al tidak terjadi perubahan
1 ml HNO3 pekat dingin dimasukan kedalam tabung reaksi
Dimasukan logam Al ± 3 menit
Mengambil logam Al & dicuci dengan air dingin Logam Al tidak terjadi perubahan
1 ml HNO3 pekat dimasukan kedalam tabung reaksi
Dimasukan logam Al
Dipanaskan Terbentuk gas dan larutan berwarna kekuningan
Mengambil logam Al & dicuci dengan air Logam Al tidak terjadi perubahan
2. Reaksi Al Dengan Larutan NaOH
Perlakuan Pengamatan
5 ml larutan NaOH encer + logam Al dalam tabung reaksi
Dipanaskan Logam Al tidak terjadi perubahan

Perlakuan Pengamatan
5 ml larutan NaOH encer + serbuk Mg dalam tabung reaksi Larutan keruh
Dipanaskan Larutan bening
3. Sifat Aluminium Hidroksida
 Percobaan-a
Perlakuan Pengamatan
Garam Al dimasukan dalam tabung reaksi
Ditambahkan HNO3 pekat Larutan tetap bening

 Percobaan-b
Perlakuan Pengamatan
2 ml larutan garam Al dimasukan dalam tabung reaksi
Ditambahkan NaOH Terbentuk endapan
Endapan dibagi 2
Endapan 1 + NaOH berlebih Endapan larut
Endapan 2 + HCl Endapan larut

 Percobaan-b
Perlakuan Pengamatan
Garam Al + NaOH encer Terbentuk endapan
Disaring
Residu dicuci dengan air dingin
Ditambahkan metilviolet Filtrate berwarna orange
G. PEMBAHASAN
Dalam percobaan kali ini, kita akan melakukan eksperimen tentang “ reaksi pada logam aluminium dan senyawanya”. Alauminum sendiri merupakan logam paling berlimpah. Aluminium sendiri banyak digunakan sebagai peralatan dapur, bahan konstruksi bangunan dan ribuan aplikasi lainnya dimanana logam yang mudah dibuat, kuat dan ringan diperlukan.
Walau konduktivitas listriknya hanya 60% dari tembaga, tetapi ia digunakan sebagai bahan transmisi karena ringan. Aluminium murni sangat lunak dan tidak kuat. Tetapi dapat dicampur dengan tembaga, magnesium, silikon, mangan, dan unsur-unsur lainnya untuk membentuk sifat-sifat yang menguntungkan.
Campuran logam aluminium ini penting kegunaannya dalam konstruksi pesawat modern dan roket. Logam ini jika diuapkan di vakum membentuk lapisan yang memiliki reflektivitas tinggi untuk cahaya yang tampak dan radiasi panas. Lapisan ini menjaga logam dibawahnya dari proses oksidasi sehingga tidak menurunkan nilai logam yang dilapisi. Lapisan ini digunakan untuk memproteksi kaca teleskop dan kegunaan lainnya.
Karena sifat-sifat penting yang dimiliki aluminium, sehingganya banyak digunakan sebagai material teknik. Adapun sifat-sifat penting itu adalah:
- Berat jenisnya ringan (hanya 2,7 gr/cm³, sedangkan besi ± 8,1 gr/ cm³)
- Tahan korosi
- Penghantar listrik dan panas yang baik
- Mudah di fabrikasi/di bentuk
- Kekuatannya rendah tetapi pemaduan (alloying) kekuatannya bisa ditingkatkan
Sifat tahan korosi dari aluminium diperoleh karena terbentuknya lapisan aluminium oksida (Al2O3) pada permukaan aluminium. Lapisan ini membuat Al tahan korosi tetapi sekaligus sukar dilas, karena perbedaan melting point (titik lebur). Aluminium umumnya melebur pada temperature ± 600 ºC dan aluminium oksida melebur pada temperature 2000 ºC.
Kekuatan dan kekerasan aluminium tidak begitu tinggi dengan pemaduan dan heat treatment dapat ditingkatkan kekuatan dan kekerasannya. Aluminium komersil selalu mengandung ketidak murnian ± 0,8% biasanya berupa besi, silicon, tembaga dan magnesium.
Sifat lain yang menguntungkan dari aluminium adalah sangat mudah difabrikasi, dapat dituang (dicor) dengan cara penuangan apapun. Dapat deforming dengan cara: rolling, drawing, forging, extrusi dll, serta menjadi bentuk yang rumit sekalipun.
Aluminium di buat menurut proses Hall – beroult yang di kemukakan oleh Charles M.Hall di amerika serikat dan Paul heroult tahun 1886. Pengolahan Aluminium dan bauskit meliputi dua tahap :
a. Pemurnian bauskit untuk memperoleh Aluminium murni.
b. Peleburan / reduksi alumina dengan elektrolisis.

 Reaksi Aluminium Dengan Asam
 Percobaan-a
Dalam eksperimen yang pertama ini yaitu reaksi aluminium dengan asam, dimana langkah awal yang kami lakukan adalah reaksi dengan asam klorida.
Hal pertama yang kami lakukan adalah mencampurkan 5 ml larutan asam klorida encer dengan kepingan logam aluminium kedalam tabung reaksi , namun pada saat dicampurkan tidak terjadi reaksi. Kemudian setalah 5 menit tidak terjadi reaksi, maka kita adakan pemanasan campuran tersebut, tetapi waktu dipnaskan juga tidak terjadi reaksi antara Aluminium denagn HCl. Hanya saja terjadi perubahan larutan menjadi keruh . Pada reaksi yang terjadi pada Al + HCl berlangsung lambat dengan reaksi sebagai berikut :

2Al + HCl 2AlCl3 + 3H2

Selain mereaksikan HCl dengan Al pada percobaan kali ini, logam aluminium kita ganti dengan magnesium , dimana langkah-langkahnya sama seperti pada reaksi logam Al HCl . Namun pada pencampuran Magnesium dengan asam klorida reaksi yang terjadi sangat berlangsung cepat jika dibandingkan reaksi antara Aluminium dengan asam klorida. Adapun reaksi yang terjadi antara magnesium dengan asam klorida yaitu sebagai berikut :

2HCl + Mg AgCl2 + H2

Dalam eksperimen ini, aluminium dengan magnesium tidak dapat bereaksi ( tidak dapat larut dalam asam klorida encer ). Hanya keduanya memiliki kecepatan reaksi yang berbeda , Al lambat beraksi dengan HCl , sedangkan Mg sangat cepat beraksi dengan HCl dan kecepatan reaksi tersebut dapat dilihat pada saat proses pemanasan. Hal ini dikarenakan pada logam Al terdapat laipsan oksida yang melindungi logamnya seperti yang sudah dijelaskan diatas sehingga ketika diadakan pemanasan lapisan oksida.

 Percobaan-b
Dalam eksperimen yang kedua ini kita tetap mereaksikan Al dengan asam, hanya saja kita ganti HCl dengan menggunakan HNO3 pekat.
Langkah awal yang kita lakukan adalah memasukan 1 ml HNO3 pekat kedalam tabung reaksi. Selanjutnya dalam tabung reaksi tersebut ditambahkan sekeping logam Al, dan pada saat itu larutan bening. Setelah dibiarkan selama 3 menit, logam Al diambil dan dicuci dengan air. Pada saat pencuian tidak terjadi perubahan pada logam Al.
Prosedur selanjutnya, kita mengulani percobaan yang sama hanya saja kita ganti HNO3 pekat dengan HNO3 encer dingin dan dengan menggunkan HNO3 pekat. Pada saat menggunakan HNO3 encer dingin, logam Al tidak juga terjadi perubahan. Hanya saja ketika pemanasan dengan HNO3 pekat terbentuk gas dan larutanya berubah menjadi kekuning-kuningan, sedangkan untuk logam Al-nya tidak terjadi perubahan. Adapun reaksi yang terjadi:
2Al + 2HNO3 2AlNO3 + H2

 Reaksi Aluminium Dengan NaOH
Eksperimen kedua yang kami lakukan adalah reaksi dengan larutan Natrium Hidroksida ( NaOH ). Dimana eksperimen kedua ini sama dengan percobaan yang pertama kami lakukan yaitu reaksi dengan HCl. Hanya saja pada eksperimen kedua ini larutan asam klorida kita ganti dengan larutan natrium hidroksida. Adapun langkah-langkah pada percobaan kedua ini pun sama dengan percobaan pertama.
Dalam reaksi larutan NaOH dengan keping aluminum tidak terjadi reaksi yang berarti. Dengan persamaan reaksinya yaitu :
3NaOH + Al Al(OH)3 + 3Na

Sedangkan dalam pencampuran antara larutan NaOH dengan kepung magnesium reaksi yang terjadi berlangsung lambat atau tidak terjadi reaksi begitu dipanaskan , juga tidak terjadi reaksi hanya saja larutannya yang tadinya keruh menjadi bening.Dengan persamaan reaksi :
2NaOH + Mg Mg(OH)2 + 2Na

Perlu diketahui bahwa aluminium tidak boleh dicuci dengan soda kue ( Natrium Karbonat ). Karena hal ini disebabkan larutan yang mampu mengendap adalah Al(OH)2, karena larutan ini memberikan konsentrasi OH- yang cukup tinggi sebagai akibat dari hidrolisis . Sedangkan Natrium Karbonat merupakan senyawa-senyawa yang bersifat korosi dengan persamaan reaksi :
CO32- (aq) + H2O HCO3(aq) + OH-

Jika garam aluminium dilarutkan dalam air , ion Al3+ segara membentuk [Al(H2O)6]3+ yang biasa ditulis Al3+ .Di dalam larutan air , air yang bebas berfungsi sebagai basa dan dapat di peroleh kesetimbangan sebagai berikiut :
[Al(H2O6]3+ + H2O [ Al(H2O)5(OH)]2+ + H3O+

Dalam basa yang kuat seperti NaOH terjadi reaksi :
[Al(H3O6]3+ + 3OH (aq) [ Al(H2O)3(OH)3] (s) + 3H2O(l)

Dalam larutan NaOH yang berlebih :
[ Al(H2O)3(OH)3](s) + OH-(aq) [ Al(H2O)2(OH)4] (aq) + 3H2O


 Sifat Aluminium Hidroksida
Dalam eksperimen berikut ini kita akan melakukan percobaan tentang sifat aluminium hidroksida.

 Percobaan-a
Langkah awal yang kita ambil adalah memasukan 2 ml larutan garam Al kedalam tabung reaksi, dan selanjutnya kita tambahkan beberapa tetes HNO3 pekat. Setelah penambahan tersebut larutan tetap dalam keadaan bening.semakin banyak HNO3 yang ditambahkan, maka semakin bening pula larutannya. Reaksi yang terjadi adalah;
2Al + 2HNO3 2AlNO3 + H2

 Percobaan-b
Percobaan kedua ini sama seperti untuk percobaan pertama, hanya saja larutan ammonia kita ganti dengan NaOH. Pada saat larutan ditambahkan NaOH akan terbentuk endapan. Selanjutnya untuk endapannya kita pisahkan dengan filtratnya, dan endapan tersebut kita bagi menjadi 2 bagian.
Endapan 1 kita tambahkan NaOH berlebih dan endapannya larut. Persamaan reaksinya yaitu:
[ Al(H2O)3(OH)3](s) + OH-(aq) [ Al(H2O)2(OH)4] (aq) + 3H2O

Selanjutnya utuk endapan yang kedua kita tambahkan dengan HCl dan endapanya juga larut. Reaksi yangterjadi adalah:
2Al + HCl 2AlCl3 + 3H2
 Percobaan-c
Pada percobaan terakhir ini, kita juga masih mencampurkan larutan garam Al dengan NaOH encer. Hanya saja, endapan yang terbentuk kita saring dengan menggunakan kertas saring. Selanjutnya residu yang kita dapat kita cuci dengan menggunakan air dingin. Setelah itu ditambahkan beberapa tetes metil violet dan dalam seketika filtrat berwarna orange.







H. KESIMPULAN
Dari hasil percobaan / eksperimen yang kami lakukan dapat di tarik suatu kesimpulan sebagai berikut :
a. Aluminium merupakan logam yang berwarna putih perak dan tergolong ringan yang mempunyai massa jenis 2,7 grcm-3.Logam aluminum ini memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
- Ringan , tahan korosi , dan tidak beracun sehingga banyak digunakan untuk alat rumah tangga seperti panic , wajan , dan lain-lain.
- Reflektif , dalam bentuk aluminium foil dan digunakan sebagai pembungkus makanan , obat dan rokok.
- Daya hantar listrik dua kali lebih besar dari Cu maka Al digunakan sebagai kabel tiang listrik.
- Paduan Al dengan logam ini menghasilkan logam yang kuat seperti duralium ( campuram al, Cu , Mg ) untuk pembuatan badan pesawat.
- Aluminium sebagai zat reduktor untuk oksida MnO2 dan Cr2O3.
b. Pengolahan aluminium dan bauskit meliputi 2 tahap yaitu :
- Pemurnian bauskit untuk memperoleh Aluminium murni.
- Peleburan / reduksi alumina dengan elektrolisis.
c. Magnesium merupakam logam yang ringan , putih keperak-perakan , dan cukup kuat. Magnesium mengalami reaksi yang sangat lambat dengan air dingin , tetapi terbakar dalam uap air. Magnesium terbakar dalam uap air nyala putih yang khas membentuk Magnesium oksida dan hidrogen.
d. Dalam pencampuran / peraksi antara Al dengan HCl reaksi sangat berlangsung lambat jika dibandingkan Mg dengan HCl , reaksi yang terjadi sangat cepat. Hal ini di karenakan pada Al terdapat lapisan oksida yang melindungi logamnya sehingga ketika di bakar lapisan oksida tersebut akan habis. Selanjutnya Mg dapat beraksi cepat dengan HCl meskipun tanpa melalui proses pemanasan .
Reaksi :- 2Al + HCl 2AlCl3 + 3H2
2HCl + Mg AgCl2 + H2
e. Dalam pencampuran / pereaksi antara Al dengan NaOH dan Mg dengan NaOh terbalik dengan yang Al dengan HCl dan Mg dengan HCl dalam cepat lambatnya reaksi. Pada peraksi Al dengan NaOH reaksinya berlangsung dengan cepat yang ditandai adanya gelembung dan gas keluar. Sedangkan Mg dengan NaOH reaksi yang terjadi berlangsung lambat .
Reaksi:
∞ 2NaOH + Mg Mg(OH)2 + 2Na
∞ 3NaOH + Al Al(OH)3 + 3Na






DAFTAR PUSTAKA

Team Teaching. 2009. Penuntun Praktikum Kimia Anorganik . Gorontalo: Jurusan Pendidikan Kimia.
N.N.Greenwood, A. Earnshaw, Chemistry Of The Elements, Pergamon Press, Oxford, Unted Kingdom , 1984.
P.galatsis , In : Handbook Of Reagents For Organic Synthesis : Acidic And Basic Reagents , ( H.J . Reich , J.H Rigby : eds .) Pp.12-15, Wiley , New York.
Sugiyarto, Kristian H.2003 . Kimia Anorganik II . Yogyakarta: Jurusan Kimia UNY.
http://id.wikipedia.org/wiki/Magnesium
http://id.wikipedia.org/wiki/Aluminium
http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/alumunium/
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20254/4/Chapter%20II.pdf

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar